[BANTENESIA.NET] – Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Kebangsaan (GMPK) Serang menggelar acara diskusi kebangsaan yang mengundang perhatian, Kamis (14/9) di Cafe Taman Kopi. Acara ini mengangkat tema yang menarik, yaitu ‘Pentingnya Pendidikan Politik bagi Mahasiswa di Era Society 5.0’.
Diskusi ini menjadi penting mengingat peran vital yang dimainkan oleh mahasiswa dalam kehidupan sosial. Mereka bukan hanya sekadar elemen masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai generasi penerus bangsa yang akan membawa perubahan dan perkembangan sosial.
Era globalisasi dan kemajuan teknologi yang begitu pesat saat ini memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan cepat. Kemampuan beradaptasi ini akan menentukan sejauh mana masyarakat dapat bertahan menghadapi perubahan yang terus berlangsung. Dalam konteks ini, perubahan sosial sangat dipengaruhi oleh perkembangan zaman, yang mana setiap aspek dalam hubungan sosial memiliki pengaruh yang berkesinambungan.
Ketua DPC GMPK Serang, Anggi Fetris Maulana, dalam sambutannya menekankan peran krusial mahasiswa sebagai “agent of change”, sosial control, dan political control. Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memasuki tahapan penting dalam demokrasi, yang sering disebut sebagai “pesta demokrasi”. Tahapan ini sudah dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahkan sudah memasuki tahapan DCS (Daftar Pemilih Sementara). Oleh karena itu, peran political control yang dimainkan oleh mahasiswa, yang dikenal sebagai kaum intelektual dan pembawa perubahan, menjadi sangat penting, terutama dalam konteks Indonesia yang saat ini didominasi oleh generasi milenial.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang juga turut berbicara dalam acara ini, mengajak mahasiswa untuk aktif terlibat dalam pengawasan pesta demokrasi saat ini. Mereka mengingatkan bahwa esensi demokrasi sejati adalah ketika masyarakat ikut berperan aktif dalam pengawasannya. Pengawasan pemilu melibatkan tugas-tugas seperti melihat, mencatat, dan memeriksa, yang seharusnya dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Diskusi ini menegaskan bahwa pendidikan politik bagi mahasiswa merupakan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik di era Society 5.0. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan politik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang bertanggung jawab dalam menjaga demokrasi yang sehat. (*)







