Ekonomi Banten Tumbuh Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, QRIS Tembus 3 Juta Pengguna

- Redaktur

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Taklimat Media, Perkembangan dan Outlook Ekonomi: Peluang dan Tantangan, Pendalaman Sektor Ekonomi Prioritas. (Foto: Mr. Hedi)

Taklimat Media, Perkembangan dan Outlook Ekonomi: Peluang dan Tantangan, Pendalaman Sektor Ekonomi Prioritas. (Foto: Mr. Hedi)

[BANTENESIA.NET], SERANG – Di tengah gejolak ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, Provinsi Banten justru menunjukkan taji sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling menjanjikan di Indonesia. Hal ini terungkap dalam Taklimat Media yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di sebuah kafe di Kota Serang, Kamis (7/8/2025), dengan tema ‘Peluang dan Tantangan Pendalaman Sektor Ekonomi Prioritas’.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran BI Banten, di antaranya Agus Sumirat (Deputi Direktur – Deputi Kepala Perwakilan), Juhari (Asisten Direktur – Kepala Tim Implementasi SP-PUR), Hendro Binsar Sirait (Manajer – Ekonom), dan M. Lukman (Asisten Direktur – Ekonom Senior Fungsi Perumusan KEKDA).

Foto bersama Media. (Foto: Mr. Hedi)

Deputi Direktur Kepala Perwakilan BI Banten, Rawindra Ardiansah, mengungkapkan bahwa meski ekonomi global diproyeksikan melambat dari 3,3 persen menjadi 3 persen tahun ini akibat perang tarif, Indonesia, termasuk Banten, mampu menjaga ketahanan ekonominya.

Baca Juga :  Gandeng Puskesmas Banten Girang, CSG Peduli Gelar Pengobatan Gratis

“Ini menjadi sinyal pesimisme global, tetapi Banten justru melaju,” ujar Rawindra.

Data menunjukkan, ekonomi Banten tumbuh 5,33 persen (yoy) pada triwulan II-2025. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional (5,12 persen) dan regional Jawa (5,2 persen), menjadikan Banten sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah DI Yogyakarta.

Sektor industri pengolahan menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi signifikan dari subindustri besi baja, kimia, plastik, dan petrokimia. Tak hanya itu, geliat sektor konstruksi dan properti juga ikut mendorong pertumbuhan.

“Permintaan semen meningkat 15 persen, pertanda aktivitas konstruksi dan investasi ikut bergairah,” jelas Rawindra.

Investasi (PMTB) tumbuh 3,02 persen, ditopang realisasi berbagai proyek strategis dan pembangunan infrastruktur. Pemerintah mencatatkan nilai investasi infrastruktur sebesar Rp103,46 triliun tahun ini, terutama untuk sektor transportasi dan pendidikan.

Baca Juga :  Polda Banten Ungkap Dua Kasus Kriminal di Proyek Strategis Cilegon: Penghasutan Anarkis hingga Pemerasan terhadap Kontraktor

Sebanyak 1.434 proyek konstruksi tercatat di Banten, mencakup 17 persen pangsa pasar, menjadikan sektor ini sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Banten juga menunjukkan perkembangan pesat dalam digitalisasi sistem pembayaran. Penggunaan QRIS dan uang elektronik meningkat tajam. Hingga saat ini, pengguna QRIS di Banten telah menembus angka 3 juta orang, dengan lebih dari 2,3 juta merchant, menjadikan Banten sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS kelima terbesar di Indonesia.

“Sekarang kita fokus memperluas jangkauan ke wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang, termasuk inovasi terbaru QRIS tap NFC untuk mempercepat transaksi,” papar Rawindra.

Meski sempat melambat pasca Idulfitri, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh seiring daya beli masyarakat yang terjaga. Sektor perdagangan masih tumbuh positif, dengan penjualan makanan, minuman, dan produk tembakau sebagai penopang.

Baca Juga :  Pemilu 2024, Kaum Milenial Harus Menjadi Generasi Baru bukan Generasi Penerus

Sementara itu, inflasi Banten pada Juli 2025 tercatat hanya 2,29 persen (yoy), lebih rendah dari rata-rata nasional (2,37 persen) dan masuk dalam target nasional (2,5 ±1 persen). Di Pulau Jawa, Banten menempati posisi keempat provinsi dengan inflasi terendah.

Namun BI Banten juga mewanti-wanti potensi risiko di sektor pertanian, khususnya pangan, yang dinilai masih menjadi titik lemah jangka panjang.

Menghadapi tantangan ke depan, BI menekankan pentingnya penguatan sektor prioritas melalui promosi proyek strategis, pembangunan kawasan industri baru, penguatan kolaborasi lintas sektor, dan harmonisasi tata ruang wilayah.

“Ke depan, perencanaan pembangunan harus lebih terintegrasi agar kinerja konstruksi dan investasi tetap terjaga,” pungkasnya Rawindra. (*/Pou)

Berita Terkait

Siswa MA Ashhabul Maimanah Sampang Antusias Ikuti Pelatihan Video Marketing dari UNPAM Serang
PKM Edukasi Pemanfaatan Registrasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Digital melalui Aplikasi Mobile JKN di Kelurahan Warung Jaud
Mahasiswa Prodi Administrasi Negara UNPAM Kampus Serang Melakukan PKM di Desa Singamerta
Infrastruktur Desa Lebakwana Capai 90 Persen, Desi Ferawati Siap Kawal Aspirasi Warga
Perkuat Silaturahmi dengan Warga, Desi Ferawati Siap Kawal Aspirasi Masyarakat hingga Terealisasi
PKM Mahasiswa UNPAM Serang: Membangun Integritas Siswa SMAIT Bina Insani di Era Gempuran AI
PKM Mahasiswa UNPAM Serang: Sistem Komputer sebagai Fondasi Inovasi Masa Depan
Urgensi Literasi IoT: Membawa Teknologi Cerdas ke Bangku Sekolah
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:51 WIB

Siswa MA Ashhabul Maimanah Sampang Antusias Ikuti Pelatihan Video Marketing dari UNPAM Serang

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:48 WIB

Mahasiswa Prodi Administrasi Negara UNPAM Kampus Serang Melakukan PKM di Desa Singamerta

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:26 WIB

Infrastruktur Desa Lebakwana Capai 90 Persen, Desi Ferawati Siap Kawal Aspirasi Warga

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:15 WIB

Perkuat Silaturahmi dengan Warga, Desi Ferawati Siap Kawal Aspirasi Masyarakat hingga Terealisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:14 WIB

PKM Mahasiswa UNPAM Serang: Membangun Integritas Siswa SMAIT Bina Insani di Era Gempuran AI

Berita Terbaru