BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Banten 1 Suralaya menghadirkan inovasi dalam pengelolaan limbah uang Rupiah. Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) hasil pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar kini dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses co-firing pembangkit listrik.

Kolaborasi ini menjadi langkah inovatif dalam mengubah limbah hasil pemusnahan uang Rupiah menjadi material yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung agenda ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menjelaskan bahwa LRUK merupakan material yang berasal dari uang Rupiah yang telah dinyatakan tidak layak edar dan kemudian dimusnahkan.

Uang tersebut diracik menjadi partikel-partikel kecil dan bercampur satu sama lain sehingga tidak lagi dapat dikenali berdasarkan nominal, pecahan maupun bentuk aslinya.

Baca Juga :  SPPG Polda Banten Siap Jadi Percontohan: Pastikan Mutu dan Kualitas Gizi untuk Dukung Generasi Emas 2045

Dengan proses tersebut, LRUK telah kehilangan seluruh nilai dan fungsinya sebagai alat pembayaran. Namun, kandungan serat dan material di dalamnya masih memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

 

(Foto: Istimewa)

Dalam kerja sama BI Banten dan PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya, LRUK digunakan sebagai campuran biomassa dalam proses co-firing bersama Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang berasal dari hasil pengolahan sampah.

Pemanfaatan LRUK tersebut dinilai strategis mengingat volume limbah yang dihasilkan cukup besar. Dalam satu kali pengiriman, LRUK dapat mencapai sekitar 4 hingga 8 ton, yang berasal dari 100 hingga 200 karung dengan berat sekitar 40 kilogram per karung.

Baca Juga :  Ekonomi Banten Tumbuh Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, QRIS Tembus 3 Juta Pengguna

Sofwan Kurnia mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata untuk menghadirkan solusi pengelolaan LRUK yang tidak hanya bertanggung jawab, tetapi juga mampu memberikan manfaat baru bagi lingkungan.

“Apa yang hari ini kita manfaatkan bukan lagi uang, melainkan limbah hasil pemusnahan uang yang telah kehilangan nilai dan fungsinya. Namun, kehilangan nilai sebagai alat pembayaran bukan berarti kehilangan manfaat,” ujar Sofwan.

Menurut Sofwan, melalui sinergi dengan PLN Indonesia Power, LRUK mendapatkan fungsi baru sebagai sumber energi alternatif yang turut mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan.

(Foto: Istimewa)

Pemanfaatan limbah uang Rupiah sebagai bahan bakar alternatif juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengelolaan Rupiah dengan agenda keberlanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekaligus mendukung proses transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga :  Economy Outlook 2024 & Proyeksi 2025: Tantangan dan Peluang Ekonomi Banten Dibahas

BI Provinsi Banten mengapresiasi sinergi bersama PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya dan berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan limbah berbasis nilai tambah.

Ke depan, kolaborasi antarlembaga ini diharapkan semakin berkembang dan mampu memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan Rupiah tidak serta-merta berakhir ketika uang tidak lagi dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Setelah melalui proses pemusnahan, limbahnya masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan mendukung masa depan energi yang lebih berkelanjutan. (*/Cipz)

Berita Terkait

Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang
Terpilih Aklamasi, Ratu Siti Romlah Kembali Pimpin PW IPEMI Banten Periode 2026–2031
Meriahkan HUT Ke-81 RI, DPKPP Pandeglang Gelar berbagai Lomba Hingga Hias Kantor Pakai Barang Bekas
Viral Isu Kemacetan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati: Bukti Antusiasme Masyarakat Sangat Tinggi
20.000 Anak PAUD dan SD Ikuti Gerakan Makan Tanpa Drama di Kabupaten Serang, Perkuat Kampanye Hidup Sehat dan Cegah Stunting
JBB Dukung Kebijakan Pemerintah Siap Menjaga Kamtibmas, Ketum Dahru Taufik: Hirup Rukun Ulah Aya Pasea, Ulah Pake Otot tapi Pake Otak
Sekjen DPP APDESI Merah Putih: Jaga Kekompakan, Dukung Ketua Terpilih Demi Kemajuan Organisasi
Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:41 WIB

BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, DPKPP Pandeglang Gelar berbagai Lomba Hingga Hias Kantor Pakai Barang Bekas

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:15 WIB

Viral Isu Kemacetan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati: Bukti Antusiasme Masyarakat Sangat Tinggi

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:56 WIB

20.000 Anak PAUD dan SD Ikuti Gerakan Makan Tanpa Drama di Kabupaten Serang, Perkuat Kampanye Hidup Sehat dan Cegah Stunting

Berita Terbaru