[BANTENESIA.NET], Cilegon – Keceriaan tampak mewarnai kegiatan Fun Games & Market Day yang digelar oleh komunitas Netra Bercerita di Cilegon, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian acara seperti penampilan tari dan nyanyi dari anak-anak disabilitas, fun games bersama, market day karya anak-anak, hingga buka puasa bersama.
Acara ini menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakat serta karya mereka kepada masyarakat. Selain sebagai ajang hiburan dan kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk membangun kesadaran publik tentang potensi anak-anak disabilitas.
Founder Netra Bercerita, Nardina Salsabila Begum, menjelaskan bahwa kegiatan ini berasal dari keprihatinan terhadap minimnya wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah.
“Awalnya kegiatan kami lebih banyak bersama anak-anak dari kelompok rentan lainnya. Tapi ternyata anak-anak berkebutuhan khusus juga belum banyak punya wadah setelah lulus sekolah untuk berkarya atau berkegiatan. Padahal mereka juga butuh ruang dan perhatian dari masyarakat,” ujar Nardina saat diwawancarai.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami kondisi anak-anak dengan Down Syndrome dan disabilitas lainnya. Hal ini terkadang membuat mereka mendapat stigma atau perlakuan yang kurang nyaman.
“Masih ada orang yang takut atau merasa geli ketika melihat mereka. Padahal sebenarnya mereka sama saja seperti kita. Down Syndrome itu juga tidak menular. Jadi kami ingin membangun awareness supaya masyarakat bisa lebih santai dan menerima mereka. Karena ketika orang bersikap judging, mereka juga bisa merasakan itu,” tambahnya.
Persiapan kegiatan ini sendiri tidak dilakukan secara instan. Selama sekitar empat hingga lima bulan, anak-anak dilibatkan dalam proses berkarya bersama para relawan.
“Selama proses itu, setiap bulan sekitar dua kali ada volunteer yang datang untuk mengajarkan mereka membuat karya, salah satunya keychain. Jadi karya yang dijual di market day ini benar-benar hasil dari proses belajar mereka,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Netra Bercerita juga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan guru dari SKh Negeri 1 Cilegon, Bapak Ahdi Asmara, yang turut mendampingi anak-anak dalam proses kegiatan.
Acara ini juga didukung oleh RB Space sebagai lokasi kegiatan, serta dipandu oleh MC Dava Wildan.
Pemilihan Cilegon sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan. Menurut Nardina, seluruh anak yang terlibat berasal dari wilayah tersebut.
“Adik-adiknya semua dari Cilegon. Supaya lebih mudah juga untuk mereka dan orang tua atau pendampingnya, jadi kami memilih tempat yang dekat dengan rumah mereka,” katanya.
Ke depan, Netra Bercerita berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu acara saja. Mereka ingin anak-anak disabilitas memiliki wadah yang berkelanjutan untuk terus berkarya.
“Harapannya apa yang dilakukan sekarang bisa terus berlanjut dan berkembang. Kami ingin mereka punya tempat untuk terus membuat karya, yang nantinya juga bisa diperjualbelikan,” ungkapnya.
Netra Bercerita sendiri merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan. Kegiatan mereka mencakup pendampingan pendidikan bagi anak-anak di panti asuhan, anak-anak di lapak pemulung, hingga anak-anak di rumah singgah kanker yang kesulitan mengakses pendidikan formal. (*/Um)







