Netra Bercerita Hadirkan Ruang Berkarya bagi Anak Disabilitas Lewat Fun Games & Market Day

Minggu, 15 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konunitas Netra Bercerita. (Foto: Istimewa)

Konunitas Netra Bercerita. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], Cilegon – Keceriaan tampak mewarnai kegiatan Fun Games & Market Day yang digelar oleh komunitas Netra Bercerita di Cilegon, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian acara seperti penampilan tari dan nyanyi dari anak-anak disabilitas, fun games bersama, market day karya anak-anak, hingga buka puasa bersama.

Acara ini menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakat serta karya mereka kepada masyarakat. Selain sebagai ajang hiburan dan kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk membangun kesadaran publik tentang potensi anak-anak disabilitas.

Founder Netra Bercerita, Nardina Salsabila Begum, menjelaskan bahwa kegiatan ini berasal dari keprihatinan terhadap minimnya wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolah.

“Awalnya kegiatan kami lebih banyak bersama anak-anak dari kelompok rentan lainnya. Tapi ternyata anak-anak berkebutuhan khusus juga belum banyak punya wadah setelah lulus sekolah untuk berkarya atau berkegiatan. Padahal mereka juga butuh ruang dan perhatian dari masyarakat,” ujar Nardina saat diwawancarai.

Baca Juga :  Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami kondisi anak-anak dengan Down Syndrome dan disabilitas lainnya. Hal ini terkadang membuat mereka mendapat stigma atau perlakuan yang kurang nyaman.

“Masih ada orang yang takut atau merasa geli ketika melihat mereka. Padahal sebenarnya mereka sama saja seperti kita. Down Syndrome itu juga tidak menular. Jadi kami ingin membangun awareness supaya masyarakat bisa lebih santai dan menerima mereka. Karena ketika orang bersikap judging, mereka juga bisa merasakan itu,” tambahnya.

Persiapan kegiatan ini sendiri tidak dilakukan secara instan. Selama sekitar empat hingga lima bulan, anak-anak dilibatkan dalam proses berkarya bersama para relawan.

Baca Juga :  Nelayan dan Perusahaan di Pesisir Tanjung Leneng Cilegon Sepakat Jaga Kondusifitas Lingkungan

“Selama proses itu, setiap bulan sekitar dua kali ada volunteer yang datang untuk mengajarkan mereka membuat karya, salah satunya keychain. Jadi karya yang dijual di market day ini benar-benar hasil dari proses belajar mereka,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Netra Bercerita juga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan guru dari SKh Negeri 1 Cilegon, Bapak Ahdi Asmara, yang turut mendampingi anak-anak dalam proses kegiatan.

Acara ini juga didukung oleh RB Space sebagai lokasi kegiatan, serta dipandu oleh MC Dava Wildan.

Pemilihan Cilegon sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan. Menurut Nardina, seluruh anak yang terlibat berasal dari wilayah tersebut.

“Adik-adiknya semua dari Cilegon. Supaya lebih mudah juga untuk mereka dan orang tua atau pendampingnya, jadi kami memilih tempat yang dekat dengan rumah mereka,” katanya.

Baca Juga :  Pemilihan Zetizens Face 2025 kembali Digelar, Sahrul dan Nurhayati jadi Winner

Ke depan, Netra Bercerita berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu acara saja. Mereka ingin anak-anak disabilitas memiliki wadah yang berkelanjutan untuk terus berkarya.

“Harapannya apa yang dilakukan sekarang bisa terus berlanjut dan berkembang. Kami ingin mereka punya tempat untuk terus membuat karya, yang nantinya juga bisa diperjualbelikan,” ungkapnya.

Netra Bercerita sendiri merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan. Kegiatan mereka mencakup pendampingan pendidikan bagi anak-anak di panti asuhan, anak-anak di lapak pemulung, hingga anak-anak di rumah singgah kanker yang kesulitan mengakses pendidikan formal. (*/Um)

Berita Terkait

Tiga Duta Batik Kota Serang Harumkan Banten di Ajang Nasional Superstar Model Indonesia 2026
Raker UKO UNPAM Serang: Satukan Persepsi, Kuatkan Sinergi, dan Kokohkan Solidaritas untuk Kepengurusan Berintegritas
Horison Ultima Ratu Serang Rayakan Hari Jadi Ke-15 dengan Rangakaian Kegiatan Sosial dan Kepedulian Masyarakat
Honda Banten Hadir di Event Musik Elektronik More Than Gang: Emergency Call Vol. 3
Deretan Guest Star hingga Kreativitas Anak Muda, Siap! Seru-Seruan di All Funtastik Competition 2026
Ber_SOEKaRia! bersama DhyoHaw hingga Beragam Komunitas Kreatif
Momentum Kartini, Adde Rosi Khoerunnisa: Perempuan Didorong Maksimalkan Peran di Berbagai Bidang
Semangat Hari Kartini, Kaban BPKAD Kota Serang: Perempuan Jadi Motor Penggerak Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:56

Tiga Duta Batik Kota Serang Harumkan Banten di Ajang Nasional Superstar Model Indonesia 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:12

Raker UKO UNPAM Serang: Satukan Persepsi, Kuatkan Sinergi, dan Kokohkan Solidaritas untuk Kepengurusan Berintegritas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:45

Horison Ultima Ratu Serang Rayakan Hari Jadi Ke-15 dengan Rangakaian Kegiatan Sosial dan Kepedulian Masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:44

Honda Banten Hadir di Event Musik Elektronik More Than Gang: Emergency Call Vol. 3

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:31

Deretan Guest Star hingga Kreativitas Anak Muda, Siap! Seru-Seruan di All Funtastik Competition 2026

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52