Sekolah Rakyat: Harapan Besar di Tengah Tantangan Pendidikan Indonesia

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Isda Mirsyada Amaliyah . (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Isda Mirsyada Amaliyah . (Foto: Istimewa)

Nama: Isda Mirsyada Amaliyah
NIM: 251092100252
Kelas: 03ADNP004
Semester: 3
Jurusan: ADMINISTRASI NEGARA
Dosen Pengampu: ANGGA ROSIDIN, S.I.P., M.A.P

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Namun, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah kondisi ekonomi keluarga yang dapat memengaruhi kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Keterbatasan ekonomi bahkan dapat membuat sebagian anak terpaksa putus sekolah. Dalam kondisi tersebut, hadirnya program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menyediakan pendidikan pada jenjang dasar dan menengah, dengan penekanan pada pembentukan karakter serta pengembangan kecakapan hidup peserta didik. Konsep pendidikan ini juga menggunakan sistem berasrama, sehingga selama mengikuti pendidikan, peserta didik tidak hanya mendapatkan pembelajaran, tetapi juga dukungan terhadap kebutuhan mereka selama berada di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Pendapat Mahasiswa Mengenai Tantangan Keadilan di Era Digital Antara Transparasi dan Fenomena: No Viral No Justice

Menurut saya, program Sekolah Rakyat merupakan langkah yang baik karena manfaatnya berpotensi besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dapat memberikan kesempatan kepada anak yang terkendala kondisi ekonomi untuk kembali mendapatkan pendidikan yang layak. Sistem berasrama juga memungkinkan pemerintah memberikan dukungan yang lebih menyeluruh selama masa pendidikan.

Perkembangan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah menunjukkan adanya upaya untuk memperluas jangkauan program kepada masyarakat yang menjadi sasaran. Berdasarkan data yang saya baca dari MerahPutih.com, pada tahun ajaran 2026/2027 penyelenggaraan Sekolah Rakyat diperluas dari 166 menjadi 182 sekolah. Pemerintah juga menargetkan perluasan hingga 500 titik pada 2029.

Baca Juga :  Mampukah Restorative Justice Mengurangi Beban Pengadilan Tanpa Mengorbankan Hak Korban?

Namun, menurut saya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup hanya diukur dari jumlah sekolah yang dibuka atau jumlah siswa yang diterima. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana kualitas pendidikan yang diterima siswa dan apakah program tersebut benar-benar memberikan perubahan bagi kehidupan mereka.

Karena itu, beberapa hal perlu mendapat perhatian, seperti ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga pendukung, fasilitas sekolah, serta hubungan antara sekolah dan keluarga. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada pemberian pendidikan selama siswa berada di sekolah. Tujuan yang lebih besar adalah memberikan bekal agar siswa dapat melanjutkan pendidikan, memperoleh keterampilan, dan memiliki peluang kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan sekolah.

Baca Juga :  Olahraga Gen Z: Transformasi Kebiasaan di Era Digital

Evaluasi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Pemerintah perlu secara berkala melihat perkembangan akademik siswa, kondisi psikososial, kualitas pembelajaran, fasilitas, serta pengelolaan sekolah. Masukan dari guru, siswa, orang tua, dan masyarakat juga perlu dipertimbangkan untuk memperbaiki program. Dengan demikian, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya dilihat dari banyaknya sekolah yang dibuka, tetapi juga dari kualitas pendidikan yang diterima siswa.

Pada akhirnya, Sekolah Rakyat seharusnya tidak hanya menjadi tempat anak-anak belajar, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan. Jika hal tersebut dapat diwujudkan, Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas kesempatan pendidikan sekaligus membantu masyarakat keluar dari persoalan kemiskinan melalui pendidikan. ***

Berita Terkait

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?
Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat
Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
Perbaikan Jalan Belum Selesai di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa: Pelayanan Publik yang Perlu Mendapat Perhatian
Krisis Empati di Era Digital: Mengapa Masyarakat Semakin Kurang Peduli?
Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 10:54 WIB

Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?

Rabu, 30 September 2026 - 10:51 WIB

Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 10:49 WIB

Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB