Nama: Revalina Destiyana Putri
NIM: 251092100296
Kelas: 03ADNP004
Semester: 3
Jurusan: Administrasi Negara
Dosen Pengampu: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P
Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET] – Anggaran MBG sangat besar. Anggaran MBG sekitar Rp71 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar Rp335 triliunpada 2026, dengan target penerima sekitar 82,9 juta orang.
Anggaran pendidikan juga besar, tetapi persoalan pendidikanmasih ada. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp757,8 triliun untuk pendidikan pada 2026. Namun masyarakat masihmenghadapi persoalan seperti biaya pendidikan, fasilitassekolah, kesejahteraan guru, dan akses pendidikan.
MBG memang memberikan peluang ekonomi.Dana MBG berputar melalui pembelian beras, telur, sayur, daging, jasatransportasi, tenaga kerja, dan kebutuhan SPPG. Karena itu, program ini dapat menjadi sumber pendapatan bagi UMKM dan masyarakat lokal.
Namun, peluang ekonomi harus dibedakan denganpenyalahgunaan anggaran.Pada 2026, Kejaksaan Agung menangani dugaan korupsi tata kelola MBG. Kasus tersebutmenunjukkan bahwa program dengan anggaran sangat besar membutuhkan pengawasan yang ketat.
Opini masyarakat terhadap MBG tidak sepenuhnyasama.Survei ISEAS menunjukkan 82,4% respondenmendukung MBG pada Maret 2025, tetapi tingkat kepuasanturun menjadi 51,7% pada Oktober 2025. Sementara surveiSMRC pada 2026 menunjukkan 61,6% responden kurang atautidak puas terhadap pelaksanaannya.
Menurut saya, masalah utamanya bukan MBG ataupendidikan. MBG mempunyai tujuan yang baik, terutamadalam memenuhi kebutuhan gizi. Tetapi pemerintah perlumemastikan bahwa anggaran yang sangat besar tidakmengurangi perhatian terhadap persoalan pendidikan dan tidak membuka ruang bagi yang penyalahgunaan dana.
MBG bukan otomatis “lahan korupsi”, tetapi karenaanggarannya mencapai ratusan triliun, program ini memangmemiliki potensi ekonomi sekaligus risiko penyalahgunaanyang besar. Kritik yang lebih tepat adalah mempertanyakanapakah anggaran tersebut sudah tepat sasaran, transparan, bebas penyalahgunaan, dan seimbang dengan kebutuhanpendidikan masyarakat.
Data utama: MBG 2026 ±Rp335 T | Pendidikan 2026 Rp757,8 T | Target penerima MBG 82,9 juta
***








