[BANTENESIA.NET] – Sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMKS Darma Nusantara, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (7/5/2026).
Suasana ruang kelas tampak hidup dengan diskusi bertema “Edukasi Literasi Keuangan Digital: Pengaruh Media Sosial dan Perilaku Konsumtif Terhadap Minat Menabung”.
Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan Generasi Z (GenZ) yang hidup di persimpangan kemajuan teknologi dan godaan gaya hidup konsumtif yang kian masif.

Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Fenomena tingginya durasi penggunaan media sosial sering kali menjebak pelajar dalam jeratan Fear of Missing Out (FOMO). Kurangnya benteng finansial membuat mereka rentan terhadap pembelian impulsif hanya demi pengakuan di jagat maya. Tim mahasiswa UNPAM Serang menyoroti adanya kesenjangan antara kemahiran menggunakan gadget dengan kemampuan mengelola isi dompet.
Oleh karena itu, edukasi ini dirancang bukan sekadar ceramah teori, melainkan pemberian alat navigasi agar siswa mampu membedakan mana kebutuhan yang mendesak dan mana keinginan yang hanya sekadar tren sesaat.
Kegiatan yang dipimpin oleh Putri Sasabila bersama Alfi Rahmadini, Dilla Lestari, dan Dini Permata Hidayah ini juga membedah cara kerja algoritma media sosial. Di bawah bimbingan dosen pendamping, Ahmad Faruq, S.Sy., M.M., para siswa diajak memahami bahwa konten mewah yang mereka lihat sering kali hanyalah etalase digital yang tidak seharusnya menjadi standar hidup.
Sebagai solusi praktis, tim mahasiswa memperkenalkan metode alokasi uang saku yang sederhana namun efektif, seperti menyisihkan tabungan di awal sebelum berbelanja, serta cara memverifikasi legalitas aplikasi keuangan digital melalui sistem OJK agar terhindar dari platform ilegal.

Dampak dari program ini diukur secara presisi melalui mekanisme Pre-Test dan Post-Test. Targetnya tidak main-main; tim memproyeksikan peningkatan literasi keuangan minimal 30% dan berharap setidaknya 70% siswa mampu menyusun anggaran bulanan mereka sendiri.
Harapannya, terjadi penurunan perilaku belanja impulsif sebesar 25% setelah para siswa memahami konsep bunga majemuk dan pentingnya dana darurat sejak dini. Edukasi ini bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan Life Skill yang akan menjadi pondasi karakter keuangan mereka di masa depan.
Kepala Sekolah SMKS Darma Nusantara, Neneng Omsiah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi nyata akademisi UNPAM Serang.
Sesi tanya jawab yang interaktif menunjukkan antusiasme siswa yang mulai sadar akan pentingnya ketahanan finansial.

Kegiatan PKM ini ditutup dengan penyerahan plakat sebagai simbol komitmen berkelanjutan antara dunia kampus dan sekolah. Melalui langkah kecil ini, diharapkan para siswa SMKS Darma Nusantara mampu mengubah kebiasaan dari sekadar “pengikut tren” menjadi “pengelola keuangan” yang cerdas dan visioner di era digital. ***







